Kamis, 19 Januari 2012

KK7: Pengantar Penerbitan

Kuliah kepenulisan pertemuan 7 “Pengantar Penerbitan” yang dibawakan oleh Pak Syamsu telah memberikan beberapa poin penting yang bisa memacu kita untuk terus berkarya.
Here we are . . .


Publishing Transformation
Publishing, industri yang memproduksi dan memperbanyak literature dan informasi.
Industri dipagari oleh aturan bisnis dan menuntut kecepatan yang luar biasa.
Aturan  bisnis itu adalah bisnis harus menguntungkan.


Publisher as a creative industry
1.    Periklanan
2.    Arsitektur
3.    Seni dan barang antik
4.    Kerajinan
5.    Desain
6.    Fashion (mode)
7.    Films, video, fotografi  
8.    Game interaktif
9.    Musik
10.    Seni pertunjukkan
11.    Penerbitan dan percetakan
12.    Komputer
13.    …
14.    …

PT Sygma Creative Media Corp telah memiliki sembilan dari empat belas poin kreatif industri (periklanan, desain, fashion, films video fotografi, game interaktif, dll)


Publisher by its system
•    General Publisher (Mayor Label)
Tipe industri bekerja dengan sistem, setiap bagian produksi memiliki ahli tersendiri.

•    Self Publisher (Indie Label)
Tipe bisnis yang semua proses (membuat, mencetak, menjual) dilakukan sendiri.
Untung, efektivitas dan efisiensi. General Publisher yang bekerja dengan sistem, dapat menghasilkan keuntungan maksimal baik dari segi waktu (efektivitas) dan barang (efisiensi).


Publisher by segmentation
•    General book
•    Religion book
•    Children book
•    Teenager book
etc


Publisher general workflow
1.    Idea generation
(analisis tren industri, analisis supply dan permintaan barang, media usage habits analysis, social economy and life style analysis)
Proses penyaringan berbagai tulisan yang masuk. Tulisan dinilai dari segi tema, pengaruh tema tersebut dalam masyarakat, kebiasaan masyarakat dalam memilih tema buku.

2.    Idea screening
(consumer needs wants and expectating, corporate business policy and strategy, existing business infrastructure)
Penyaringan kedua, menilai apakah jenis tulisan dibutuhkan dan diharapkan kehadirannya oleh masyarakat. Kemudian melihat apakah sesuai dengan visi misi perusahaan. Dan apakah keuangan dan tim pengelola tersedia untuk penerbitan karya tersebut. Apabila lolos proses ini, maka pasti tulisan itu akan diterbitkan.

3.    Creative content development
(creative content product concept differentiation)
Proses pembuatan buku dari segi cover, jenis kertas, desain buku, ukuran buku, ukuran huruf, dll.

4.    Creative content testing
(creative content product concept acceptance)
Penerbit memproduksi beberapa buku kemudian mengundang perwakilan dari beberapa sekolah SMA misalnya untuk testing kelayakan buku yang sudah dibuat samplenya.

5.    Creative content marketing strategi developmet
(product positioning, product use developing, branding strategi, improgram development).
Penerbit membuat lebih banyak buku, misalnya 20.000 buku, kemudian melakukan proses promosi.


Publisher prodev workflow
Proses yang sama dengan general workflow, hanya berbeda jenis bagan penjelasan.


Publisher script assesment


Publisher today
20% harga cetak
2% harga publishing, editing, lay out
7% untuk penerbit

Keuntungan dari keseluruhan proses yang rumit dalam mencetak buku hanya tujuh persen untuk penerbit. Minim sekali karena proses percetakan itu mahal. Dalam hal penjualan yang mengambil untung lebih banyak adalah distributor/ penjual buku, seperti Gramedia. Gramedia mengambil untung 40% dari setiap buku, subhanallah.

Saat ini era penerbitan buku sudah menurun. Kemajuan teknologi membuat masyarakat cenderung tidak membeli buku dan memilih mencarinya di internet. Software buku sudah tersedia dengan kecanggihan pemakaianya. Bahkan perpustaanpun kini sudah bisa dinikmati dalam dunia digital dan hanya perlu menggeser – geser layar untu mencari buku (gadget tablet).

Apabila tulisan kita sulit menembus penerbit, maka cobalah untuk membuatnya di sofware pembuat buku sendiri dan terbitkan di dunia maya.

Hanya tentu saja, sesuatu yang diproduksi oleh sistem akan lebih massive penjualannya. Transformasi dunia buku/ penerbitan buku ke era penerbitan buku era digital sudah ada di depan mata. Para penulis harus terus berkarya, karena sejarah dan perkembangan ilmu pengetahuan tercatat oleh tulisan.


Conclusion
Kreativitas itu tidak akan pernah mati. Dunia kepenulisan akan tetap ada sampai hari kiamat, hanya media saja yang berubah.

Kreativitas menjual itu jauh lebih besar pengaruhnya terhadap suatu produk dibanding dari kreativitas produksi.



Review Pengantar Penerbitan_15 Januari 2012_Dewi Erita
Pengantar Penerbitan_8 Januari 2012_Syamsu (General Manager PT Sygma Creative Media Corp)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar